tiap manusia sekarang sedang terdampar dikeruhnya satu sisi dunia
ada yang mengeluh dengan basahnya peluh
tak kurang langsung terus bermandi dosa dosa
sampai saat cermin hati jadi pudar jadi kusam
menjamah wajah wajah suci,
menjamah segala baiknya isi rohani
ego menenggelamkan terus
tanpa kelihatan secebis pun warna kehidupan
padam..semuanya hilang mengalirkan semua kebahagiaan
di setiap sudut hati manusia terus ke empangan hina
berkumpul dan berkeladak tanpa dapat jernih setitik pun
yang satu hari nanti jadi badi waris waris kita
untuk terus kekal mengadaptasi rasa yang sama
lebih parah menggubal firasat baru
membangkitkan jangkitan
yang akhirnya memusnahkan harapan kepalsuan tentang
cantiknya isi dunia, bahagianya saat nikmat cinta dan selesa
dan semuanya
Warkah Usang
Tiada apa nukilan menarik, hanya lembar warkah untuk tatapan semua. Harapan agar ini menjadi lembah melontar bait fikir dan perkongsian rasa.Memangnya hanya bait-bait puisi sahaja yang ada untuk dikongsi bersama.Kerna puisi ini bagi aku adalah jiwa dan akal yang disulami baris kata.Itu sahaja yang mampu dipersembahkan.Kerna aku bukan golongan yang petah percakapannya cuma berpuisi sahaja.
Aku Dan Sesuatu
- Tari Puisi
- asal aku hidup dlm dunia aku sendiri...penyatuan jasad, akal, hati dan pegangan dalam diri menjadikan aku insan sempurna menghamba pada Ilahi
Isnin, 2009 November 09
Keterpurukan Manusia (Aku, Kau & Semua)
Bicara Lara Tari Puisi pada 16:34 0 komentar Links to this post
Selasa, 2009 Oktober 27
Buat Mereka...Dengar Ya...(1)
kala orang bicara tentang agama..aku diam
bukan kerna kosong pengisian didadaku
tapi aku terkilan..kadang kala lagak ulama walhal diri sendiri..
bila aku dikritik tentang benanya karya ku berbentuk cinta dan dunia
apa salah aku dan puisi ku dipandang enteng
hanya ayat tersusun berbunga tapi tiada yang seakan menuju arah dakwah?
apa salahkah aku sebegini?
aku hanya membuka apa yang ada dibalik hati
bukan sia-sia
aku juga mahu mereka tahu kalau aku ini buat bukan untuk berbangga
tapi untuk kepuasan sendiri
lebih baik dari mereka yang mengaku alim tapi dibelakangi syaitan
berselindung dibalik jilbab yang menyorok rasa pura-pura..
munafik kan itu?
berbangga dengan usaha tak seberapa tapi dakwah katanya
bukan aku menyanggah
tapi hakikat..buat mereka..dengar ya..
jangan terlalu memikirkan kebanggaan yang satu hari nanti akan lupus
jangan sibuk dengan kepuraan berbaik tapi di belakang...
sekalipun kau bangga usahamu tak kemana
bukan dakwah itu mengejar nama saja
cukuplah..hentikan munafikmu
mahu kalau dibandingkan ilmumu denganku?
maaflah..aku tak mahu membuka kerna aku tak mahu menunjuk..
aku punya cara sendiri..tanya saja pada mereka yang kenal denganku
maka kau akan tahu setiap bicaraku titipkan pada mereka bukan sia-sia...
bersambung di...
Buat Mereka..Dengar Ya..(2)
Bicara Lara Tari Puisi pada 03:58 0 komentar Links to this post
5 Tahun
habis bersua bicara aku dikata gila
sejak itu tiada sesaat bertemu muka
menapak haluan berasing terus tak berhenti
berganti saat siang tidur membangkit malam
khabar masih menari tapi kejap..melayan tidak,kesibukan memagar
menggelongsor arah berbeza
beranjak masa saat bulan dan bintang berlalu
memberi mentari ruang
apa aku terus dalam tunggu
berpasang-pasang hati berganti masih kebal
ingatan padanya
apa dia pun sama aku sendiri malah tidak tahu
saat teman punya pasangan,aku sendiri
tapi aku fahami sedari azali maka ia datang sendiri
sampai satu saat aku singkir takut pada kata gila
dua selepas hari lahirnya
ku khabarkan rahsia pada malam yang akhirnya
keduanya sama rasa..bintang kilau gembira,bulan suram berseri
bukan sia aku nanti maka kunci hati membuka pintu istimewa
satu-satunya untuk dia
janji aku jaringkan,dia bukan untuk sia-sia
hanya untuk aku,dia dan bahagia
memadam dari kamus erti teman mencoret makna cinta
Bicara Lara Tari Puisi pada 03:50 0 komentar Links to this post
Selasa, 2009 Oktober 13
Bintang
kala malam ku sendiri
satu bintang temani ku
bila malam telah berganti
bintang berjanji akan kembali
takkan tinggalkan aku sendiri
malam jangan pergi temani bintang ku
dan dilangit biar bintang beribu
cahaya mu biru terangi malamku
kalau malam terus berlalu
walau hilang bintangku
tetap terang cahaya dihatiku
satu saja bintang pintaku
jangan jauhi...dekati aku
Bicara Lara Tari Puisi pada 14:34 0 komentar Links to this post
Isnin, 2009 Oktober 12
Cukup....Hanya Aku
sama dengan ku rasanya kau juga perlu tahu
saat aku lali diperlaku tidak adil
menterjemah dalam kata frasanya lain makna
satu yang pasti
tiada ada maaf perantara
jangan endah kerna aku terbiasa
dalam gunungan rasa aku simpan segala
dalam baris pelangi aku warna semua
tak mengapa kalau aku cuma hanya ada
angan dan mimpi mengetuk
mendasari jiwa yang punya syurga di hati
aku bisa sendiri
menepis semua keinginan yang bersarang
dalam jaring belang lelabah di sudut jiwaku
Bicara Lara Tari Puisi pada 23:50 0 komentar Links to this post
Jumaat, 2009 Oktober 09
Mungkin Saja Ia Kalau
kalau semua peduli mungkin saja
dunia tak begini
kehancuran memamah segala hati
berduri segenap dendam membara jadi api
kalau bapa peduli mungkin saja
anak anak terasa disayangi
bukan berpeleser mencari makna
bagi hidup dalam kancah dunia yang berselubung arah tak pasti
kalau sang arjuna peduli mungkin saja
si gadis jadi puteri
bukan menonong menagih cinta tak pasti
dari hati yang cinta telah mati
tapi itu kalau
mungkin saja ia kalau
dan kalau terus mungkin saja
ia jadi mimpi....
Bicara Lara Tari Puisi pada 13:02 0 komentar Links to this post
Nasional Internasional?
kadang-kadang kita macam orang yang buta tuli lagaknya
tak kenal harta kita sendiri
tari budaya dan peri bangsa kita
mahukan gaya internasional katamu
seni beradat dan berbudaya
yang kalau ditonjolkan terlalu perkauman rasanya
padahal yang benarnya nasional
mahukan kalau perlu jazz,ballet
tapi
bila ditengok tarian joget
tak terbayangkah kau rentak dan gerak geri
tarian-tarian portugis dan sepanyol dalam tarian joget kita
kebanyakan lagu lagu rakyat kita
ada tone lagu cina misalnya dan temponya pula
kadang-kadang bila aku terdengar lagu inang,
tergerak badan dan ayunan tanganku menarikan chacha dan rumba
bukankah itu sudah cukup universal?
hakikatnya tak perlu dibuat-buat
ataukah kerana pakaian?
ada juga benarnya...kerana
mungkin kau mahukan mereka berlindungkan topi koboi
berbaju melayu berstokin panjang
berselipar jepun dan cawat afrika yang dipakai dek tarzan?
itu yang kau rasanya baru universal agaknya
Bicara Lara Tari Puisi pada 12:59 0 komentar Links to this post
Rabu, 2009 September 30
Kembara Fantasi
teguh mana bumi dipijak
pasti langit tak berganjak
dalam kembara fantasi mengejar mimpi
tempat beradu sang realiti
lelah menahan amarah dalam sepi menanti
tujuh lautan rimba tak bertepi
aku tuntut waktu yang tersisa
menggali kubur masa
biarlah penat mencari mahuku sendiri
mencari kebenaran yang diam di perigi
dendam berapi
sampai masa aku rayakan
kemenangan dalam genggaman
Bicara Lara Tari Puisi pada 21:42 0 komentar Links to this post
Raya Datang Lagi
tiap datang raya lagi
aku masih sendiri
duduk menanti hati yang tak pasti
waktu lebaran pagi
mengharap ceria meniti hari
ke sana ke mari ke majlis raikan sendiri
tapi itu dulu
kini raya datang lagi
tapi aku tak sendiri kerna aku ada teman di sisi
kata orang
tak perlu duduk di meja bujang lagi
hati yang lama aku nanti
kini ada sentiasa menemani walau ke mana aku pergi
walau jauh aku berlari tetap disisi
terima kasih buat yang mengasihi
kau aku sentiasa dalam cerita hati
Bicara Lara Tari Puisi pada 21:38 0 komentar Links to this post
Isnin, 2009 September 07
Mohon Dengan Sangat
kau nyalakan subuh
menyelami api pagi yang terpancar hening
kau tarikan nafas di setiap helaku
saat saja mata ini celik
aku tahu dan tiada pernah aku ragu
dengkelnya aku saat berhadap dengan mu
dengan janggalnya aku bila menurut perintah mu
saat aku hanyut dalam denai dosa
aku juga mengerti kau berkehendak atas segalanya
ya aku tahu
kalau tenang laut yag kecil juga bisa bertukar
menjadi ombak besar yang menelan segala ego
dan bongkak yang ada
dan hidupan di atas muka bumi ini
sekelip sahaja atas kehendak mu
padamu juga aku titipkan dan aku mohon
benarkan aku untuk rasa rindu yang ada ini
menyelinap dalam hatinya
izinkan aku berbicara erti hati
agar aku dan dia kekal sampai mati
sekecil itu saja mintaku sekali ini sahaja aku mohon
aku mohon dengan sangat
mohon dengan sangat
mohon.......dengan sangat
Bicara Lara Tari Puisi pada 20:25 0 komentar Links to this post



